Selasa, 15 Desember 2009

Menonton vs Membaca

AKU awali tulisan ini dengan satu hasil penelitian yang dirilis oleh Nielsen. Lembaga ini emang sering meneliti dan menganalisis perilaku masyarakat dalam berhubungan dengan media, baik cetak maupun elektronik. Menurut penelitian Nielsen itu, ternyata rata-rata anak lulusan SMP telah menghabiskan waktu 15.000 jam untuk menonton TV. Bandingkan dengan waktu yang dihabiskan di kelas yang hanya 11.000 jam.

Sungguh suatu perbedaan yang mencolok. Aku anggap ini satu masalah besar, yang harus diulas dan dicari solusinya. Minimal, para remaja mengetahui informasi penting ini dan menjaga minimal diri sendiri, agar terhindari dari kebiasaan negatif ini.

Aku juga ingin berbagi informasi tentang dampak negatif dari perilaku remaja, yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi. Menurut para ahli, sumber cahaya yang berpendar dari TV meletakkan belahan otak kiri dan kanan ke dalam gelombang alpha (slow wave of inactivity), yang merusak keseimbangan dan interaksi antara belahan otak kiri dan kanan. Intensitas kebisingan televisi berpengaruh buruk terhadap memori jangka pendek, kemampuan membaca, dan konsentrasi. Hasil penelitian dari The American Academy of Pedriatics menunjukkan bahwa menonton TV lebih dari empat jam sehari menghambat perkembangan keterampilan psikomotorik, bahasa, dan sosial anak

Sejumlah riset merekomendasikan agar anak-anak di bawah usia dua tahun, tidak menonton televisi sama sekali dan agar anak-anak yang lebih tua menonton televisi tidak lebih dari dua jam sehari.

Aku juga mencantumkan di sini perbandingan ekstrem, kalo kita membiasaan diri membaca buku. Simak baik-baik, ternyata membaca membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi. Kemudian, membaca mengaktifkan kemampuan berpikir dan menganalisis, berbeda dengan kebiasaan menonton yang hanya mempasifkan diri kita. Membaca juga merangsang rasa ingin tahu (kuriositas) serta memberi peluang lebih luas untuk menstimulasi imajinasi, membaca juga memberi rangsangan paling kompleks bagi otak, serta sederet pengaruh positif lainnya.

Nah, kalo sudah membandingkan dua hal itu, menonton versus membaca, maka mana yang bakal kamu pilih untuk dilakukan dalam keseharian kamu?*** (Lisna Kr.)

0 komentar:

Poskan Komentar

Setelah membaca artikel di atas diharap meninggalkan komentar.

Blog ini dofollow dan tidak di moderasi.
Setiap komentar akan langsung ditampilkan.

TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified